Tampilkan postingan dengan label Bagi Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagi Ilmu. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Maret 2012 0 komentar

Cara ubah video ke 3gp

Tidak semua video bisa di putar di handphone (tergantung hape). Untuk memutarnya di HP kita harus convert video tersebut ke 3gp.Nah kali ini saya akan memberitahu sedikit tentang bagaimana convert video ke 3gp. Menurut saya jika video tersebut anda download di youtube, lebih baik sebelum download langsung convert secara online saja (lebih praktis). Pakai YouTube Converter , caranya sangat mudah dan simple, hasil convertnya juga bagus.
  1. cari video yang akan di download di YouTube.com
  2. buka http://ytconv.net/
  3. copas url video yang akan di download ke http://ytconv.net/
  4. disana anda bisa convert ke berbagai type.seperti MP3, MP4, 3GP, FLV dan AVI (DivX) 
  5. klik convert dan tunggu proses selesai, pilih download. 
cukup sekian tutorial saya kali ini, semoga membantu... :)
0 komentar

Cara Mengganti Template Blogger

Tampilan awal blog memang terlihat kaku dan kurang menarik. Cara mengatasinya adalah dengan mengganti tampilan blog anda menggunakan template yang baru yang sesuai dengan keinginan anda. Caranya mudah,
1.       download template free (cari di google). Tapi template yang sudah di download itu tidak bisa langsung dipasang di blog anda. Ekstrak terlebih dahulu templatenya. Template yang sudah di ekstrak tersebut akan berbentuk .xml.
2.       Langkah selanjutnya login blog anda (Dasbor). Pilih rancangan>>edit html.Sebelum mengganti lebih baik anda download template lengkap untuk jaga-jaga bila template anda yang baru kurang pas dengan keinginan anda.
3.       Klik browse, lalu masukkan template yang telah di estrak tadi pilih yang .xml
4.       Unggah.
Selamat mencoba...

Rabu, 01 Februari 2012 0 komentar

10 Alasan Orang Tidak Menyukai MLM

Hati-hati Money Game berkedok MLM kembali Marak
     Modus money game berkedok MLM kembali marak Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia atau APLI pun merasa geram. Sebagai lembaga yang menaungi MLM murni di Indonesia, APLI merasa perlu dilakukan tindakan preventif sekaligus tindakan hukum yang memberi efek jera bagi para pelakunya. Sayangnya, sampai saat ini belum ada payung hukum untuk membunuh modus money game, undang-undang anti money game atau skema piramida tidak kunjung terealisir. “Dari dulu wacana untuk membuat UU itu ada, Cuma ya menguap begitu saja. Entah kenapa, tapi sepertinya pemerintah merasa belum melihat cukup bukti,” ujar Djoko H. Komara, selaku Wakil Ketua Umum II APLI dalam acara temu media pada Selasa (27/09)Padahal di lapangan, korban penipuan money game sudah mencapai ratusan orang. Para korban kebanyakan mengeluh ke APLI tanpa berani melapor ke pihak berwajib, biasanya karena malu atau alasan lainnya. Read More

Ciri-ciri money game:
1.Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat
2.Lebih menekankan pada perekrutan dan bukan penjualan
3.Bonus dibayar bila hanya ada perekrutan
4.Kalaupun ada produk yang dijual biasanya hanya digunakan sebagai kedok, kualitas barang tidak sesuai dengan harga. Dan tidak bisa repeat order
5.Sementara, jika usaha akan ambruk indikasinya adalah, menunda pembayaran bonus dan menaikkan biaya pendaftaran. $jo. (Sumber http://www.majalahduit.co.id)

(Sumber http://apli.or.id
 
Ini berdasarkan wawancara langsung dari teman-teman saya yang belum/sudah dicolek  langsung MLM. Sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum melakukan tindakan. Karena sudah banyak penipuan berkedok MLM!!
  1. Bisa "kaya" dengan cara instan (mustahil)
  2. Merusak SDM bangsa. Karena embel-embel bisa kaya dengan kerja santai maka SDM kita cenderung untuk tidak memakai "kemampuan" yang sudah di asah dari SD hingga tamat pendidikan tinggi. Buat apa sekolah kalo udah gede jadi sales keliling nawarin produk?
  3. Pembodohan
  4. Memperkaya orang lain. Kalo punya modal ngpain pake buat MLM? mendingan pake buat usaha sendiri.!!!
  5. Penindasan. Yang udah di atas enak tinggal "tumpang kaki", yang baru masuk uangnya ngalir ke yang di atas = yang di atas makan keringat orang lain. Apa ga kejam?
  6. Kalo emang MLM bisa ngebuat orang jadi kaya, ga mungkin Nazzaruddin Korupsi. Pasti dia pake modal buat mlm, tinggal ajak keluarga dari nenek moyang sampe anak cucu..
  7. Biasanya, maaf... orang yang ikutan MLM orang yang ga pake logika/orang yang udah frustasi...yang ada di otaknya cuma duit,,..
  8. Kebanyakan MLM (yang ngejual obat-obatan) bermain dengan nyawa orang lain. Inget..obat itu diminum sama manusia, kalo yang minum KO gmn? obat yang dijual juga obat yang aneh-aneh...ga jelas. Khasiat belum terbukti tapi harga mahal...mendingan beli obat warung..!!
  9. Sebagian mungkin ada yang sukses (yang udah punya budak banyak), tapi lebih banyak yang nasib nya ga jelas..
  10. Dari dulu sampe sekarang udah banyak orang yang tau kalo MLM tuh penipuan. Jadi kalo masih ada orang yang mau gabung itu orang bener-bener ga pake logikanya..

Baca Juga :

Waspadai, Penipuan Berkedok MLM Kembali Marak
Skandal Money Game Terdahsyat Abad Ini
Upaya APLI memerangi skema Piramida dan money game
    Senin, 06 Juni 2011 0 komentar

    Perusahaan Dagang


    PERUSAHAAN DAGANG

    Sekilas tentang Perusahaan Dagang.
    Perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan jasa. Mengapa demikian? Karena perusahaan dagang kegiatannya membeli barang dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk barang yang sudah dibeli. Sedangkan perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawwarkan jasa kepada konsumen/pelanggan. Perbedaannya terletak pada apa yang dijual. Perusahaan dagang menjual benda/barang yang memiliki bentuk. Sehingga dalam kenyataannya perusahaan dagang mempunyai gudang sebagai tempat penyimpanan barang. Ini akan menimbulkan akun yang bernama persediaan barang dagangan.
    Persediaan barang dagang ada dua. Yaitu persediaan barang dagang awal dan persediaan barang dagang akhir. Persediaan barang dagang awal adalah barang yang pertama dibeli oleh perusahaan untuk menjalankan kegiatannya. Pada saat memulai usaha tentunya perusahaan membeli barang untuk dijual kembali. Nah, itulah yang dimaksud barang dagang awal. Setelah menjalankan kegiatan maka akan terdapat sisa dari barang dagang yang telah dibeli di awal. Ini yang dimaksud dengan sediaan barang dagang akhir.
    Transaksi-transaksi khusus Perusahaan Dagang
    1.      1. Penjualan
    Penjualan sama dengan pendapatan. Jadi akan bertambah dikredit dan berkurang didebet.
    a.       Penjualan Tunai
    Ex. PT. Tukul menjual barang dagangan kepada PT. Arwana sebesar 10.000. Maka jurnalnya adalah
    Kas                  10.000
    Penjualan         10.000
    b.      Penjualan Kredit
    Ex. PT. Tukul menjual barang dagangannya kepada PT. Arwana sebesar 10.000 secara kredit dengan syarat 2/10, n/30. Maka jurnalnya adalah
    Piutang dagang             10.000
    Penjualan                     10.000
    c.       Potongan Penjualan
    Potongan penjualan adalah potongan harga yang diberikan kepada pembeli jika si pembeli membayar pada syarat pembayaran yang telah ditentukan. Seperti contoh diatas 2/10, n/30. Ini berarti jika pembeli membayar pada tempo 10 hari dari tanggal faktur maka pembeli akan memperoleh potongan sebesar 2% dan akan jatuh tempo dalam waktu 30 hari. Dengam asumsi kita sebagai penjual.
    Ex. PT. Arwana membayar utangnya pada periode potongan kepada PT. Tukul. Maka jurnalnya adalah
    Kas                  9.800
    Pot. Penjualan  200
    Piutang dagang             10.000
    d.      Retur dan Keringanan harga Penjualan
    Ini akan terjadi bila barang dagangan yang telah dijual kepada pembeli mengalami kerusakan, tidak sesuai dengan pesanan, dan lain-lain. Barang tersebut akan dikembalikan lagi kepada penjual.
    Ex. PT. Arwana mengembalikan kembali barang yang telah dibeli dari PT. Tukul karena rusak. Maka jurnalnya adalah
    Retur Penjualan                       10.000
    Piutang dagang                         10.000
    2.     2.  Pembelian
    Pembelian adalah keadaan dimana kita membeli barang untuk dijual kembali. Pembelian akan mengurangi kas. Sehingga tiap terjadi pembelian akan berada di debet.
    a.       Pembelian Tunai
    Ex. PT. Tukul membeli barang dari PT. Rinaldi sebesar 20.000. Maka Jurnalnya adalah
    Pembelian        20.000
    Kas                              20.000
    b.      Pembelian Kredit
    Ex. PT. Tukul membeli barang dari PT. Rinaldi sebesar 20.000 secara kredit dengan syarat 2/10, n/30. Maka jurnalnya adalah
    Pembelian        20.000
    Utang Dagang              20.000
    c.       Potongan Pembelian
    Potongan pembelian berlaku bagi pembeli yang membayar utangnya pada saat periode terdapat potongan, dengan asumsi kita sebagai pembeli.
    Ex. PT. Tukul membayar utangnya kepada PT. Rinaldi sebesar 20.000. Maka Jurnalnya adalah
    Utang dagang   20.000
    Pot. Pembelian             400
    Kas                              19.600
    d.      Retur dan Keringanan Pembelian
    Ini tidak berbeda dengan retur dan keringanan penjualan. Hanya saja retur dan keringanan pembelian disini dipandang dari sudut pembeli.
     
    ;